PERNYATAAN SIKAP IKATAN PELAJAR MAHASISWA ASAL KAB MIMIKA KOORDINATOR WILAYAH BaLi
Amolongo,Nimao Watimi , Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak
Pemekaran
pronvisi papua tengah lagi dibahas oleh
bebarapa kabupaten di wiliyah pengunugan
tengah di kabupaten mimika adalah sepihak elit lokal
untuk kepentingan brrokrasi ,Pemekaran Daerah Otonomi Baru DOB ,Tidak sesuai dengan
kebutuhaan masyarakat dengan
hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya
di wilayah mimika itu sendiri ,
kehidupan masyarakat amungme dan kamoro serta 5 lainya masih tergolong dalam ekosistem
dan genosida yang masih beruk sumber daya manusia belum berkembang baik, maka dengan adanya pemekaran pronvisi papua tengah akan menguasai tempat-tempat tertentu di bumi
Amungsa.
Seperti: transmigrasi dan pendatang dari luar sehingga
sangat mempengaruh,Masyarakat asli Amungme Kamoro dan lima suku lainnya, yang
seharusnya memiliki hak atas tanah, hutan dan dusun tetapi masyarakat kehilangan hak-hak , serta terskuktur,
di lakukan oleh kapitalisme internasional
menujuh kepunah ekosistem
diwilayah mimika.
masyarakat akan mengalami minoritas, Karena jumlah sumber daya Manusia masih Minim ,dengan melihat kondisi objektif pada suku suku di mimika sangat dekat dengan hukum adat beserta masih tradisionalnya , maka pembetukan daerah otonomi baru (DOM), akan mempengaruhi cara hidup masyarakat lokal masih melekat kebudayaannya ,dan melihat lagi dengan berkembangan otonomi khusus tidak ada sejahtera bagi orang papua , jakarta memaksakan untuk dibahas ulang revisi udang udang otonomi khusus ,Tetapi realitas kehidupan manusia Papua masih saja begitu , bahkan dengan dana otsus sebesar itu masih belum mampu membangun Papua di berbagai sektor, baik ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, dan otonomi khusus yang telah berjalan selama 20 tahun telah terbukti tidak membawah kesejahteran , khususnya bagi rakyat Papua Kondisi objektif yang dialami rakyat Papua sangat jauh dari kata sejahtera, Berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masih terus terjadi, kondisi kesehatan dan pendidikan yang begitu buruk menjadi bukti kuat bahwa otonomi khusus telah gagal di Papua.
Melihat dengan kondisi tersebut maka kami pelajar dan mahasiswa mimika kota study Bali Menolak dengan tegas :
1) kami pelajar dan mahasiswa mimika kota studi Bali menolak pemekaran pronvisi Papua tengah
2) elit elit lokal stop atas namakan masyarakat , mahasiswa ,
toko adat, toko Agama untuk menutuhi pemekaran pronvisi papua tengah.
(3.) Kami meminta kepada
Pemerintah Kab mimika agar dapat menyikapi Aspirasi tersebut, guna sebagai
harapan masyarakat Amungme dan Kamoro. Yang memiliki hak ulayat dan tempat
tinggal, Sebab daerah otonomi Baru sebagai ancaman bagi masyarakat setempat
sehingga kami mahasiswa menolak dengan tegas daera otonomi baru.
(4) . kami pelajar dan mahasiswa mimika menolak dengan tegas perpanjangan otonomi khusus jilid II
Demikian pernyataan sikap ini kami buat, atas dukungan, pastisipasi dan kerjasama perjuangan oleh semua pihak, kami ucapkan banyak terima kasih .
Denpasar Rabu 03.februari 2021
Sumber : ketua Asrama Kevin Tabuni
Reporter : ipmapbali.com
0 Komentar