PERNYATAAN SIKAP IKATAN PELAJAR.          MAHASISWA ASAL KAB MIMIKA.                         KOORDINATOR WILAYAH MALANG SE- JAWA.  TIMUR





1. Kami Mahasiswa menyikapi perkara Pemekaran Provinsi Papua Tengah di Kab Mimika dengan alasan kami bhawa. Hadirnya pemekaran akan memperpanjang Penjajahan di atas Bumi Amungsa sebab hal tersebut dapat mempengaruhi penduduk warga sipil setempat terlebih Khusus Amungme Kamoro dan lima suku lainnya. Melihat dari  Indek presetasi Pemabangunan Sumber Daya Manusia (SDM) terlalu minim dan sangat massif di daerah Timika. Maka dengan ini kami Mahasiswa asal kab mimika dengan tegas menolak hadirnya Pemekaran Provinsi Papua Tengah di Kab Mimika Provinsi Papua.


2.Kami mahasiswa melihat Pertumbuhan Indeks Prestasi dalam prespektif Sumber Daya Manusia (SDM) di Kab mimika dari berbagai sektor mengalami penurunan. Hampir rata-rata yang menguasai tempat-tempat tertentu di bumi Amungsa adalah transmigrasi dan pendatang dari luar pulau jawa  sehingga sangat meprihatinkan. Masyarakat asli Amungme Kamoro dan lima suku lainnya, yang seharusnya memiliki hak atas tanah, hutan dan dusun tetapi tidak begitu yang masyarakat harapkan, justru sebaliknya masyarakat kehilangan hak-hak mereka sebab hal tersebut masyarakat mengalami minoritas di atas tanahnya sendiri. Maka dengan ini kami mahasiswa asal kab mimika dengan tegas menolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah di Kab mimika.


3. Pemekaran Daerah Otonomi Baru DOB dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat sipil Amungme dan Kamoro serta lima suku lainnya, dari sektor ekonomi, budaya dan politik. Dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat yang menyatakan  dalam ayat 1-2-3 dan seterusnnya, tidak mengimplementasikannnya dengan efesien. Tetapi yang ada hanya mementingkan kepentingan sekelompok elit-eli politik dan kapitalisme sehingga masyarakat mengalami kehilangan hak ulayat, hak tanah dan tempat tinggal. 


4. Kami meminta kepada Pemerintah Kab mimika agar dapat menyikapi Aspirasi tersebut, guna sebagai harapan masyarakat Amungme dan Kamoro. Yang memiliki hak ulayat dan tempat tinggal, Sebab daerah otonomi Baru sebagai ancaman bagi masyarakat setempat sehingga kami mahasiswa menolak dengan tegas daera otonomi baru.


5. Kami dari mahasiswa mimika minta dengan tegas menolak  pemakaran provinsi papua tengah, karean akan menjadi konflik atau ancaman bagi kehidupan masyarakat papua, lebih khusus di timika, karena persoalan pelangaran HAM papua belum pernah tanggani serius. Dan ketika adanya pemakaran provinsi papua tengah, akan menambah masalah pelangaran HAM .


6. Kami Meminta dengan tegas kepada pemerintah pusat hentikan membangun jaringan  untuk pemekaran provinsi papua tengah.karena adanya pemekaran provinsi papua tenggah kepentingan elit-elit lokal akan mempengaruhi kehidupan masyarakat adat setempat, lebih khusus kabupaten mimika, sehinga kami dari mahasiswa mimika dengan tegas menolak segala bentuk kepentingan yang dibangun oleh pemerintah pusat.


Demikian pernyataan ini kami buat, agar Pemerintah Kab mimika menyikapinnya dengan Serius. 


Malang, 30 Januari 2021

Sumber  : PERNYATAAN SIKAP IKATAN PELAJAR MAHASISWA ASAL KAB MIMIKA KOORDINATOR WILAYAH MALANG SE- JAWA TIMUR